3 Kesalahan Dalam Pola Asuh Anak Yang Harus Dihindari

19.40.00 Windi Ariska 0 Comments



Banyak kasus yang terjadi pada anak yang tumbuh menjadi sosok anak yang nakal, manja, atau anak yang mudah sekali menyerah akan masalah kecil yang dihadapinya. Hal-hal seperti ini jika terus dibiarkan akan membuat jiwa dan kepribadian anak menjadi semakin rapuh sehingga membuatnya akan sulit dalam bergaul di masyarakat atau malah menjadi beban masyarakat. Untuk hal ini bagaimana pola asuh anak yang diberikan oleh orang tuanya akan berpengaruh besar terhadap bagaimana kepribadian dari anak tersebut. Jika salah dalam memberikannya tentu akan berdampak buruk pula pada anak.

Memberikan pola asuh anak tidak cukup hanya dengan memberikan berbagai aturan dengan melarang apa saja yang disukai anak, sebagai orang tua harus mengetahui tentang bagaimana pola asuh yang baik untuk perkembangan kepribadian anak yang baik pula. Dan untuk hal tersebut berikut ini diantara 3 pola suh anak yang sebaiknya dihindari dalam membentuk kepribadian seorang anak.

1. Sering memaksakan suatu kewajiban yang tanpa alasan pada anak. Memberikan suatu kewajiban pada anak tanpa adanya alasan yang baik akan membuat anak tidak suka untuk melakukannya. Anak akan cenderung mencari alasan untuk menolaknya jika tanpa ada alasan dalam perintah yang dilakukan orang tua. Misalnya menyuruh untuk membereskan tempat tidurnya tanpa menjelaskan apa manfaat dari hak tersebut serta yang lainnya.

2. Sikap berlebihan terhadap kesalahan yang dibuat anak. Yang namanya anak pasti pernah akan membuat suatu kesalahan sekecil apapun itu. Namun hal tersebut bukan berarti harus disikapi oleh orang tua secara berlebihan, misalnya dengan memaki dengan kata-kata kasar atau memberikannya hukuman fisik. Sebagai orang tua yang bijak anda dapat mendiskusikan akan kesalahan anak tersebut serta mencari penyelesaian yang terbaik. 

3. Menjadi orang tua yang bermuka dua. Untuk hal ini misalnya saat ada tetangga atau kerabat yang meminjam sesuatu di rumah anda, setelah anda memberikannya dan tetangga anda pergi anda malah marah-marah kepada tetangga tersebut. Hal seperti ini akan mudah sekali diterima oleh anak yang melihat bagaimana sikap anda sebagai orang tua. Ia belajar bersikap munafik dengan berpura-pura baik padahal sebaliknya tidak seperti itu.